Deklarasi Keturunan Tomanurung makassar 27-Januari-2018 di selenggarakan di Hotel Sahid Makassar pada Pukul 19-00
Suasana nampak di hadiri beberapa tokoh-tokoh politisi, di suasana yang di rangkaikan dengan beberapa isian acara di antaranya tarian empat etnis, dan beberapa sesi acara yang panitia susun, di selang acara berlangsung nampak ada yang ganjil di dalam Deklarasi tak nampak hadir perwakilan dari Toraja, yang tiada lain bagian dari tomanurun dan sedangkan pidato dari Raja Gowa Andi Lamaddusila mengatakan karaeng bainea suaminya adalah lakipadada yang berdasarkan isi lontara yang beliau baca, dan ungkapan langsung dari sinrili yang di lontarkan di depan acara yang sedang berlangsung, adapun yang hadir dari toraja Pangeran Tandilangi tidak mewakili atas nama unsur tomanurun melainkan unsur basis kepemudaan toraja yang ada di Makassar, Rangkaian acara ini sepertinya ada yang aneh kok tidak ada tokoh-tokoh toraja yang hadir di dalam acara ini yang mewakili Toraja dalam tanda kutip Keturunan Tomanurun sejarah ada karena adanya pelaku ruang dan waktu, pelaku keturunan tomanurun kan ada di toraja, jaman sekarang banyak orang yang ingin mencelakakan sejarah dengan tujuan maksud tertentu, saya sebagai pemuda sangat kecewa dengan kejadian ini dimana seharusnya sejarah harus di luruskan bukan justru harus di celakakan,Kehidupan dunia adalah himpunan paradoks.seperti mencelakakan sejarah sedangkan dalam pemahaman adat toraja itu merupakan pimali Sekarang dalam dunia global manusia rentang berusaha menghilangkan masa lalu sdangkan masa kini merupakan akibat masa kini Sehingga manusia demikian akan kehilangan karakter dan identitas dirinya. Itulah orang yang demikian bisa membuat kehilangan pada pradaban saat ini, karna sejarah Toraja itu jelas di jasirah sulawesi Toraja adalah sejara yang nampak di kehidupan saat ini bukan berarti kita terjebak romantisme masa lampau. Arah gerak sejarah tidak di tentukan oleh manusia ada kalanya manusia tidak bisa berbuat apa apa ketika melangar sejarah dan hanya menatap pasrah keadaan dengan peristiwa yang terjadi merupakan wujud dari kehidupan yang sulit di tolak, sejarah merupakan padang luas, sering di asosiasikan sebagai simbol kebodohan oleh karena hidupnya selalu mengikut beban dan bertindak konyol mnusia yang mengulang ulang ksalahan yang sama karena gagal mengambil pelajaran dari sejarah yg di anggap bodoh dari keledai. Menyedihkan Karena sejarah adalah drama kehidupan yang riel. ungkap Pangeran.
Suasana nampak di hadiri beberapa tokoh-tokoh politisi, di suasana yang di rangkaikan dengan beberapa isian acara di antaranya tarian empat etnis, dan beberapa sesi acara yang panitia susun, di selang acara berlangsung nampak ada yang ganjil di dalam Deklarasi tak nampak hadir perwakilan dari Toraja, yang tiada lain bagian dari tomanurun dan sedangkan pidato dari Raja Gowa Andi Lamaddusila mengatakan karaeng bainea suaminya adalah lakipadada yang berdasarkan isi lontara yang beliau baca, dan ungkapan langsung dari sinrili yang di lontarkan di depan acara yang sedang berlangsung, adapun yang hadir dari toraja Pangeran Tandilangi tidak mewakili atas nama unsur tomanurun melainkan unsur basis kepemudaan toraja yang ada di Makassar, Rangkaian acara ini sepertinya ada yang aneh kok tidak ada tokoh-tokoh toraja yang hadir di dalam acara ini yang mewakili Toraja dalam tanda kutip Keturunan Tomanurun sejarah ada karena adanya pelaku ruang dan waktu, pelaku keturunan tomanurun kan ada di toraja, jaman sekarang banyak orang yang ingin mencelakakan sejarah dengan tujuan maksud tertentu, saya sebagai pemuda sangat kecewa dengan kejadian ini dimana seharusnya sejarah harus di luruskan bukan justru harus di celakakan,Kehidupan dunia adalah himpunan paradoks.seperti mencelakakan sejarah sedangkan dalam pemahaman adat toraja itu merupakan pimali Sekarang dalam dunia global manusia rentang berusaha menghilangkan masa lalu sdangkan masa kini merupakan akibat masa kini Sehingga manusia demikian akan kehilangan karakter dan identitas dirinya. Itulah orang yang demikian bisa membuat kehilangan pada pradaban saat ini, karna sejarah Toraja itu jelas di jasirah sulawesi Toraja adalah sejara yang nampak di kehidupan saat ini bukan berarti kita terjebak romantisme masa lampau. Arah gerak sejarah tidak di tentukan oleh manusia ada kalanya manusia tidak bisa berbuat apa apa ketika melangar sejarah dan hanya menatap pasrah keadaan dengan peristiwa yang terjadi merupakan wujud dari kehidupan yang sulit di tolak, sejarah merupakan padang luas, sering di asosiasikan sebagai simbol kebodohan oleh karena hidupnya selalu mengikut beban dan bertindak konyol mnusia yang mengulang ulang ksalahan yang sama karena gagal mengambil pelajaran dari sejarah yg di anggap bodoh dari keledai. Menyedihkan Karena sejarah adalah drama kehidupan yang riel. ungkap Pangeran.

Komentar
Posting Komentar